Seto Sangyang, Wisata Alam Penuh Legenda dan Legenda di Tasikmalaya

  • Share

Situ Sanghyang merupakan salah satu tempat wisata berbentuk telaga atau danau yang terletak di Desa Cilolohan, Kec. Tanjung Jaya, Kap. Tasikmalaya.

Situ Sanghyang juga merupakan salah satu tempat wisata yang murah namun sangat indah dan sangat menarik bagi wisatawan untuk berlibur bersama keluarga tercinta atau sekedar bersantai.

Situ Sanghyang juga merupakan kawasan wisata tepi danau yang populer bersama dengan Situ Gede yang terletak di Kabupaten Mangkubumi. Terkenal sebagai tempat wisata yang murah tapi indah, unik, romantis dan penuh dengan legenda dan legenda yang melekat.

Ada Sangyang
Ada Sangyang. Google Maps. Sumber: Aseb Muhammad

Kini Situ Sanghyang sangat cocok untuk anda yang ingin mengajak keluarga, sahabat, sahabat atau pasangan anda, karena tempatnya sangat indah bagi anda yang ingin memanjakan mata atau sekedar berfoto.

Lokasi dan alamat Sito Sangyang

Situs Situ Sanghyang terletak di Jalan Raya Cibalanarik, Desa Cilohan, Kecamatan Tanjung Jaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Legenda dan legenda Sito Sangyang

Pada dasarnya tidak ada sejarah resmi yang menceritakan tentang asal usul Situ Sanghyang. Diperkirakan telaga atau telaga ini sudah ada sejak zaman Mataram Kuno.

Baca Juga:  Gunung Galunggung, Wisata Alam Plus Camping Seru di Tasikmalaya

Ada legenda, legenda, atau dongeng yang tersebar dari mulut ke mulut, dan tepatnya tentang tenggelamnya desa Saung Gatang.

Di balik keindahan Situ Sanghyang, ternyata ada legenda yang berbau dendam dan amarah.

Dimulai dengan putra seorang raja yang tertarik dengan kecantikan seorang wanita. Kemudian dia memerintahkan dua pengawalnya untuk membawa bunga desa ke pesta pernikahan.

guru disana sangyang
Guru di sana Sangyang. Google Maps. Sumber: Ibu Suriah mengorbankan Farouk Fawzy

Akhirnya para penjaga berhasil membawa gadis itu ke istana. Ada pesta besar selama tujuh hari tujuh malam.

Ternyata gadis itu sudah memiliki suami, yang saat itu hendak pergi ke kerajaan Mataram. Orang tersebut bernama Resi Galunggung.

Ketika dia kembali ke desanya, dia menemukan kabar bahwa istrinya telah dibawa ke istana untuk menikahi putra raja. Mendengar ini, dia mengikutinya ke istana dalam bentuk Abdul Hummus (anak kecil berkulit hitam). Dengan sebelumnya meminta anjing menggonggong hingga suaranya bertabrakan dengan pernikahan putra raja.

Dan meminta untuk bertemu dengan putra raja, tetapi penjaga istana menolak. Mendengar hal itu, Resi meninggalkan Galunggung sambil menancapkan tongkat.

Dan dia berkata, Siapa yang bisa melepas tongkat ini, maka saya akan menekuk lutut saya di depannya. Putra Raja akhirnya mencoba mengeluarkan tongkat itu, tetapi tidak berhasil.

Ketika Nenek Risi mengeluarkan tongkat itu, air keluar dari tanah dan akhirnya membanjiri desa Saung Gatang.

Tidak berhenti sampai di situ, Resi Galunggung bersumpah bahwa siapa pun yang meminum air dari tenggelamnya Desa Saung Gatang akan berubah menjadi ikan. Raisi Galungong menamai danau itu Sangyang.

Selain itu, Situ Sanghyang memiliki alam yang indah dan tenang. Bahkan dijadikan tempat berenang yang asyik oleh anak-anak yang tinggal di sekitarnya.

Baca Juga:  Wisata Aman Era Adaptasi Kebiasaan Baru Semarang Sehat dan Siap!
Gowes menyenangkan di sana Sangyang
Ini memberi kesenangan bagi Sangyang di sana. Google Maps. Sumber: Peter adalah

Cara Menuju Situ Sanghyang Jika dari arah kota Tasikmalaya adalah menuju ke Singaparna, maka ambil arah Salawu saat berada di Alun-Alun Singaparna. Setelah itu lanjutkan menuju Mangureja dan kemudian Cibalarik, Anda sampai di Situ Sanghyang.

Rute ini akan menempuh jarak sekitar 26 km dan memiliki perkiraan waktu tempuh 56 menit. Jalan tersebut dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Tiket Masuk Sangyang Sito

Harga satu tiket Situ Sanghyang hanya sekitar Rs. 6.000,-

Indahnya alam disana sangyang
Indahnya alam di sana Sangyang. Google Maps. Sumber: Joseph Su

Jam Buka Situ Sanghyang

Jam kerja Situ Sanghyang buka setiap hari 24 jam

Fasilitas Danau Sangyang

  • area parkir yang luas,
  • Ruang sholat,
  • toilet,
  • toko atau kantin,
  • sasungan atau gazebo,
Tentang Distrik Danau
sekitar Kecamatan Danau. Google Maps. Sumber: Trisna Darmaoyante

Atraksi Sito Sangyang

1. Makam Nenek Raja Lingga Wastu

Selain digunakan sebagai tempat bersantai bersama keluarga menikmati alam yang disuguhkan, terdapat makam Nenek Prabhu Lingga Wastu tidak jauh dari Situ Sanghyang.

Nenek Prabhu Lingga Wastu dikirim oleh Kesultanan Cirebon untuk mencegah penduduk desa di sekitar Seto Sangyang melakukan penyembahan berhala, karena air danau tidak bisa diminum.

Nenek Prabhu Lingga Wasto didampingi oleh Nenek Lucananta dan Nenek Lucanante. Dimana masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda.

Oleh karena itu, selain menikmati alamnya yang indah, Anda juga bisa berwisata religi ke makam Eyang Prabu Lingga Wastu.

2. Wisata di Sito Sangyang

Tempat wisata bersama keluarga
Tempat wisata bersama keluarga. Google Maps. Sumber: Kebanggaan Ramadhan

Selain alamnya yang indah dan menggemaskan, Situ Sanghyang juga menawarkan banyak permainan seperti:

  • rakit atau perahu dayung,
  • perahu angsa,
  • Stadion

Taman bermain yang sangat aman untuk anak-anak kita bermain, wahana yang ada di Situ Sanghyang antara lain :

  • kereta api kecil
  • penggiling kecil
  • permainan kolam ikan,
  • dan seterusnya.

3. Tempat memancing

Di sekitar Situ Sanghyang terdapat tempat pemancingan yang biasanya digunakan oleh para pecinta mancing untuk menyalurkan hobinya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *