Rupee melambat ke 14.264 rupee per dolar AS di awal minggu

  • Share

Jakarta, CNN Indonesia –

kurs rupee Pada level Rp.14264 per Dolar Amerika Di pasar spot trading pada Senin (22/11) dini hari. Posisi itu naik dua kali lipat 30,5 poin atau 0,21 persen dari Rs 14.232 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.

Di Asia, mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Perlu dicatat bahwa peso Filipina turun 0,56 persen, ringgit Malaysia turun 0,1 persen, dan baht Thailand turun 0,1 persen.

Setelah itu, won Korea Selatan melemah 0,18% dari dolar AS, dolar Singapura turun 0,03%, dolar Hong Kong stagnan, yen Jepang melemah 0,16%, dan yuan Tiongkok turun 0,02%.

Demikian pula, telah diamati bahwa sebagian besar mata uang di negara maju melemah terhadap dolar AS. Secara rinci, euro Eropa melemah 0,11 persen, dolar Australia melemah, dan pound Inggris turun 0,12 persen.

Kemudian franc Swiss melemah 0,18 persen dan dolar Kanada turun 0,07 persen.

Pengamat pasar keuangan Ariston Gendra memperkirakan rupee melemah terhadap dolar AS hari ini. Alasannya adalah bahwa Federal Reserve akan mempercepat kebijakannya yang rendah.

Biasanya tapering mendorong penguatan dolar AS. Dengan demikian, mayoritas mata uang akan melemah terhadap dolar AS.

[Gambas:Video CNN]

“Pemotongan yang lebih cepat akan mempercepat kenaikan suku bunga acuan AS. Ini mendukung penguatan dolar AS,” kata Ariston kepada Trulum ID.

Selain itu, peningkatan kasus COVID-19 di Eropa telah mengakibatkan Menutup Di Austria, pelaku pasar juga didorong untuk mengalihkan investasinya ke instrumen berisiko rendah.

“Hari ini potensi pelemahan (rupiah) sekitar 14.300 rupee per dolar AS, dengan support sekitar 14.200 rupee per dolar AS,” pungkas Ariston.

(AUD/AGT)

Baca Juga:  Hero mendirikan anak perusahaan distribusi kesehatan dan kecantikan, dengan modal Rs 11 juta


  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *