Cerita lucu bawahan Sri Mulyani tentang orang yang dimintai pertanggungjawaban pajak

  • Share

Jakarta, CNN Indonesia –

Tim khusus Menteri Keuangan Justinus Brastow Ceritakan beberapa kisah “lucu” wajib pajak (WP) dengan petugas kantor pajak. Faktur dikeluarkan untuk salah satu temannya oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengaku memilikinya mobil mewah Dalam bentuk Ferrari.

“Begitu teman saya menelepon saya di kantor pajak, saat itu dia curiga punya mobil mewah yang belum dilaporkan,” kata Justinus saat temu media di kantor pajak daerah di Jakarta Barat, Jumat (11/11). /26).

Justinus mengatakan DJP meminta temannya untuk melaporkan mobil mewah tersebut dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT).

Namun, tampaknya mobil itu bukan milik pacar Justin. Menurut dia, temannya berfoto di samping kerabat Ferrari-nya.

“Ternyata itu temankuSurat Gambarnya ada di sebelah Ferrari, di sana Lingkaran Persahabatan (yang memiliki Ferrari), kata Justinus.

Dengan kejadian ini, Justin mengatakan bahwa orang tidak boleh berpura-pura kaya jika mereka belum kaya. Di sisi lain, jika Anda kaya, Anda harus membayar pajak.

Justin berkata, “Pesan moralnya adalah jika Anda tidak kaya, jangan berpura-pura kaya, dan jika Anda benar-benar kaya, Anda harus membayar pajak.”

Kisah “lucu” lain dialami warga yang tinggal di Pondok Indah. Justinus mengatakan, ada data yang masuk ke DJP yang menunjukkan seorang warga memiliki mobil mewah berupa Porsche, namun tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Surat telah dikirim ke Pondok Indah menanyakan apakah Anda pemilik Porsche,” kata Justin. “Wanita itu menjawab dengan benar, Pak.”

Namun, dia heran perempuan itu tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Artinya, wanita tersebut tidak melaporkan barang mewahnya ke DJP.

“Kemudian wanita itu menjawab bahwa saya bersama suami saya. Nah, kata DJP, suamimu datang ke sini (kantor pajak),” kata Justin.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan bermitra dengan Undiksha untuk mendukung program JKN-KIS

Kemudian suami wanita itu datang ke kantor pajak. Petugas DJP pun membenarkan keaslian identitas wanita tersebut. Sang suami membenarkan bahwa wanita itu adalah istrinya.

“Benar, jawaban istri Anda, Pak. Ya, saya (Porsche) membelinya,” tambah Justin.

Selanjutnya petugas pajak menanyakan apakah pasangan tersebut memiliki NPWP atau tidak. Sang suami pun memberikan bukti NPWP dan mengaku patuh membayar pajak.

Justinus berkata, “Kantor pajak sudah diperiksa oleh komputer, Anda sudah melaporkan SPT 1770 SS. Artinya penghasilan Anda tidak melebihi 60 juta rupee.”

Sang suami masih berusaha menipu petugas pajak dengan berpura-pura tidak tahu bahwa SPT 1770 SS itu untuk wajib pajak yang berpenghasilan di bawah 60 juta rupiah.

Jadi seperti berurusan dengan kantor yang ngeles dulu, katanya.

Petugas pajak kemudian meminta Kartu Keluarga (KK) pasangan. Ternyata, wanita yang diklaim sang istri tidak ada dalam kartu keluarga sang suami.

“Nah, istrinya tidak di KK. Akhirnya petugas pajak bilang bayar 30 persen atau saya akan laporkan istri lama,” jelas Justinus.

Dia juga mengatakan orang tidak boleh main-main dengan pejabat pajak. Pasalnya, pajak tidak boleh dihindari, tetapi harus dibayar.

[Gambas:Video CNN]

(Audi / bir)


  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *