BFI Finance Perluas Surabaya dan Pangsa Pasar Malang yang Lebih Besar

  • Share

Trulum ID – Perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) optimistis dapat membangun momentum pemulihan ekonomi setelah dihantam keras oleh pandemi Covid-19. Ini sejalan dengan mengendalikan status transmisi hingga sejumlah reproduksi yang efektif Kurang dari 1 berarti wabah dapat dikendalikan.

Head of Marketing BFI Sutadi mengatakan, pihaknya dapat berkontribusi mempercepat pertumbuhan ekonomi pada 2022 dengan menyiapkan produk dan layanan yang dapat meningkatkan daya beli individu.

Menurutnya, tantangan dan varian Covid-19 masih membayangi pasar. Namun, pandemi juga membawa tantangan baru bagi dunia bisnis, karena perilaku masyarakat juga bergerak cepat.

Jadi, cara-cara baru untuk menjangkau dan memberikan pelayanan kepada konsumen juga sangat diperlukan untuk menyongsong 2022. Persiapan ke sana sudah kita lakukan,” kata Sotadi dalam konferensi pers virtual, Rabu (24/11).

Sotade mengungkapkan, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai program untuk kembali memasuki pasar di Jatim setelah hampir setahun terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Senior Vice President Consumer Business BFI Finance Rudy Eddy Wijaga menjelaskan, persiapan menyambut tahun 2022 sudah mulai mempersiapkan penetrasi pasar yang melemah akibat pandemi.

“Salah satunya program Meetup yang merupakan produk layanan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah atau rumah toko yang akan memperluas pasarnya di wilayah Surabaya dan Malang. Dalam program Meetup, BFI Finance juga memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat. menjadi mitra BFI Finance,” jelasnya,

Rudy menjelaskan, untuk produk jaminan sertifikat rumah atau ruko tahun depan, wilayah layanan akan diperluas dengan menambah produk layanan lainnya. Hal ini merupakan upaya BFI Finance untuk menjadi bagian dari mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami juga menawarkan proses pengajuan yang cepat. Jadi kita semua berharap masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mendapatkan tambahan modal usaha, sehingga kita semua berharap roda perekonomian akan bergerak dan tumbuh kembali.”

Baca Juga:  PUPR: Proyek Jalan Rp 705 Miliar Bandara Lombok-Mandalika Segera Selesai

Sebagai informasi, hingga kuartal III, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru sebesar 72,7%. Akuisisi tersebut mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan. Pembiayaan baru mencapai Rs9,4 triliun dan tumbuh 72,7 persen tahun ke tahun (yoy) atau 4,2 persen secara triwulanan (QTQ).

Editor: Banu Adikara

Reporter: Romis Pinkasry

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *