The Light Copier resmi keluar, itulah masalah yang tersembunyi di balik filmnya!

  • Share

Versi Cahaya telah resmi tayang di Netflix sejak Kamis 13 Januari 2022 WIB dan berhasil mendapatkan rating serupa oleh 79% penonton.

Namun, Wregas Bhanuteja juga tersandung kasus di mana seorang anggota kru terlibat dalam pelecehan seksual.

Menurut informasi yang beredar, film ini sudah bisa dilihat oleh pengguna dan sudah tidak ada lagi di bagian Coming Soon.

Karena beberapa akun, gambar mini dan spanduk Light Copyers tidak muncul di beranda. Bahkan pengguna harus mencarinya dalam pencarian untuk mendapatkan akses.

Baca juga: Alasan mengapa Dawes Mini menyembunyikan kehamilan istri yang sekarang lahir

Light Copying Film resmi tayang 13 Januari 2022, cek ceritanya!

Film berjudul Copying Light ini tampaknya masih menjadi perbincangan publik.

Dilihat dari prestasinya yang berhasil membawa 12 Piala FFI (Festival Film Indonesia) hingga skandal para kru terseret kasus pelecehan.

Namun, di tengah isu tersebut, film tersebut kembali tayang dan berhasil mencuri perhatian penonton.

Tak sedikit juga yang menyebutkan bahwa skenario ini sangat bagus dan bisa memicu emosi.

Film ini bercerita tentang para penyintas kekerasan seksual dengan sampul yang realistis.

Dan tak sedikit pula netizen dan netizen yang memberikan komentar positif tentang film tersebut.

Baca juga: Komedian FF Ditangkap Karena Narkoba, Siapa Dia?

Hapus kru yang terlibat dalam pelecehan seksual

Meski versi ringannya sudah resmi tayang, tim produksi akhirnya menghapus nama-nama kru yang terlibat kasus pelecehan seksual di masa lalu.

Sementara itu, informasi terkait dugaan kasus tersebut awalnya diterima oleh tim produksi dan komunitas yang bertanggung jawab mengelola laporan kasus pelecehan.

Namun, belum terungkap dan belum terungkap apakah kasus dugaan pelecehan seksual tersebut akan masuk ke ranah hukum atau tidak.

Baca Juga:  Reza Rahdian Ungkap Alasan Perannya di Film Terbaru

Oleh karena itu, film ini menjadi perbincangan publik karena menceritakan kisah para penyintas kekerasan seksual yang memenangkan Piala Citra FFI.

Beberapa saat kemudian, akhirnya sebuah pengumuman dari tim produksi membuat film yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja itu semakin populer.

Netizen juga terbelah antara memboikot dan menyerukan agar pemenang gelar FFI dicabut namun tetap mendukung pemutaran film tersebut.

Baca juga: Twenty Five Twenty One, K-drama terbaru Nam Joo Hyuk

Bagaimana akhirnya?

Kesuksesan Cahaya versi resmi tayang dan kasus pelecehan seksual, netizen meminta FFI 2021 segera menarik trofi foto tersebut.

Pasalnya, kru film yang terseret kasus tersebut adalah Henricus sebagai penulis skenario hingga pemenang FFI Award 2021.

Pasalnya, kabar dugaan pelecehan tersebut awalnya dilakukan oleh penulis atau kru film Cahaya Cahaya. Film ini bercerita tentang kekerasan seksual.

Pada akhirnya, Kaninga Pictures dan Rekata Studios mengambil sikap tegas dan mengeluarkan pernyataan tentang situasi tersebut.

Mengenai film ini sendiri, berkisah tentang perjuangan Tire atau Shinina Cinnamon yang mencari keadilan dari kasus penerbitan foto saat dalam keadaan mabuk.

Bahkan Tire tidak mengingat kejadian terkait foto di lokasi pesta komunitas. Sur kemudian mencari bantuan dari teman masa kecilnya Amin atau Chico Korniwan.

Amin sendiri bekerja di mesin fotokopi dan tinggal di kampus. Hingga Copying Cahaya akhirnya resmi ditayangkan, sutradara Wregas Bhanuteja juga mendedikasikannya sebagai cara untuk mengungkapkan isu kekerasan.

Ia melihat film sebagai sarana yang lebih efisien untuk mengungkapkan kecemasan yang saat ini terjadi di masyarakat. (R10/HR- online)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

judi slot online ff advance https://fikrirasy.id/ daftar situs slot online slot online slot online