Soal keikutsertaan ASN dalam bansos, Resma: Datanya dari daerah

  • Share

Trulum ID.CODan Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan setiap bulan rutin memperbaiki data penerima manfaat. Namun, semuanya dilakukan di tingkat daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. “Kami koreksi data setiap bulan secara rutin antar daerah,” ujarnya. risma Di Indramayo, Selasa 23 November 2021.

Menurut dia, koreksi data sudah dilakukan oleh daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanggulangan Miskin, karena semua data penerima bantuan berasal dari daerah. Resma mengatakan ada dua jenis data penerima, yaitu data primer dan data sekunder. Data sekunder penerima manfaat dikelola oleh Kementerian Sosial.

Data mentah itu milik daerah. Jadi ketika ada aparatur sipil negara (ASN) yang menerima bansos, Kemensos perlu mendapatkan masukan dari daerah. “Sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011, datanya berasal dari daerah, jadi kita kembalikan ke daerah,” ujarnya.

Saat mengecek data ASN penerima bantuan, Resma mengatakan, Kemensos menggunakan data sekunder sehingga perlu berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun setelah dicek ke BKN, ternyata data yang disajikan relatif sama dengan data Kemensos.

“Kita juga tahu datanya sekunder, jadi kita cek apakah itu ASN. Kemudian kita cek di BKN, ternyata BKN yang mengirimkan data relatif valid. Kita analisa dari data sekunder, karena data primernya dari daerah,” ujarnya. risma.

Baca juga: Wakil Ketua MPR prihatin dengan adanya puluhan ribu PNS yang menjadi penerima bansos.

Baca Juga:  Seluruh keluarga Hilda meninggal karena Covid, dan dia berusaha menjadi kuat
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *