Kasus COVID-19 melonjak, Slovakia dikunci selama dua minggu

  • Share

Seorang dokter sedang menjalani tes virus corona di Bratislava, Slovakia. Foto: VLADIMIR SIMICEK / AFP
situasi epidemi COVID-19 Di Slovakia kondisinya memburuk. Pemerintah juga memutuskan untuk mengikuti jejak Austria, yang akan memberlakukan lockdown selama dua minggu ke depan.
Situasi ini berbahaya. Kami menguji ini karena politik [yang sudah ada] Perdana menteri mengatakan Slowakia Edward Heeger pada Rabu (24/11) dikutip oleh Reuters.
Dengan Menutup Pada saat ini, restoran dan toko yang tidak penting akan ditutup. Pergerakan orang akan dibatasi.

Mereka hanya diperbolehkan berbelanja kebutuhan pokok, bekerja, sekolah dan rumah sakit/klinik serta jalan-jalan di alam terbuka.

Pemerintah Slovakia akan melakukan penilaian dalam 10 hari ke depan. Jika ada pelonggaran pembatasan, aturan ini hanya berlaku bagi mereka yang telah divaksinasi.

Seorang dokter sedang menjalani tes virus corona di Bratislava, Slovakia. Foto: VLADIMIR SIMICEK / AFP

Pada Selasa (23/11) negara Eropa ini mencatat 10.315 kasus baru. Ini adalah penambahan tertinggi sejak epidemi pertama kali merebak di Slovakia.

untuk saya Dunia kita dalam dataMengingat populasi Slovakia (5,5 juta orang), negara ini menghadapi peningkatan infeksi tercepat di dunia.

Keputusan Slovakia untuk menerapkan lockdown dilakukan setelah pemerintah setempat mengadopsi kebijakan pembatasan mereka yang belum divaksinasi.

Sebelumnya, sejumlah wilayah Slovakia yang mengalami peningkatan kasus yang signifikan telah memberlakukan pembatasan aktivitas yang lebih ketat.

Hanya 42,8% dari total penduduk Slovakia yang telah divaksinasi dengan dosis penuh. 47,7% dari mereka yang divaksinasi dengan setidaknya satu dosis.

Seorang dokter sedang menjalani tes virus corona di Bratislava, Slovakia. Foto: VLADIMIR SIMICEK / AFP

Imunisasi di Slovakia adalah yang terendah ketiga di Eropa. Yang terendah adalah Bulgaria (dosis penuh 24,7%) diikuti oleh Rumania (30,7%).

Slovakia menggunakan lima merek vaksin COVID-19, yaitu Pfizer, AstraZeneca, Moderna, Johnson & Johnson dan Sputnik V.

Meningkatnya jumlah pasien rawat inap

Presiden Slovakia Zuzana Caputova mengatakan, Selasa (23/11), bahwa negaranya telah kalah perang melawan Covid-19, dan bahwa Slovakia perlu menerapkan penguncian. Karena tenaga kesehatan sudah kelelahan.

Kementerian Kesehatan Slovakia menggambarkan tingkat rawat inap karena COVID-19 sebagai “titik balik”.

Dengan ini, layanan kesehatan lainnya akan dibatasi dan pemerintah kemungkinan akan meminta bantuan asing dalam merawat pasien.

Ilustrasi vaksinasi terhadap virus Covid-19. Foto: stok rana

Jumlah pasien rawat inap mencapai 3.200. Jumlah ini mendekati puncak yang terjadi pada gelombang terakhir pandemi, yakni 3.800 pasien. Pasien yang tidak divaksinasi mendominasi jumlah rawat inap di rumah sakit.

Wakil direktur rumah sakit di kota Zilina, Dagmar Sudikova, mengatakan lebih dari 80% pasien COVID-19 yang dirawat adalah pasien yang tidak diimunisasi. Ventilator dan tempat tidur terapi oksigen penuh.

Zilina adalah salah satu kota yang paling parah terkena dampak pandemi COVID-19 di Slovakia.

“Kami hanya bisa menangani ini dengan bantuan rumah sakit terdekat,” pungkas Sudikova.

Kini, total kasus COVID-19 di Slovakia telah mencapai 631.738 infeksi dan 14.056 kematian.

Baca Juga:  Sejauh mata memandang, Dian Sastrowardoyo menganjurkan cinta bumi melalui fashion
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *